Sintesa Islam Klasik dan Modern Dalam Dialog Budaya

Sejak risalah Islam diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. + 14 abad yang lalu, ia telah menunjukkan keajaiban yang sangat mengesankan, berhasil menata masyarakat adil-makmur yang diridhai Allah SWT. Islam juga kemudian menunjukkan obor peradaban dan kebudayaandunia massa itu. Selama kurun waktu yang panjang itu jugalah Islam telah membebaskan manusia dari kungkungan nafsu-snafus hewaniah, sekarangpun tetap merupakan satu-satunya harapan ummat manusia untuk hal itu, yang akan mengarahkannya mencapai taraf kejiwaan yang lebih tinggi.

Biarlah tak seorang pun yang mungkin berani mengtakan bahwa kebangkitan iSlam itu tidak mungkin dan merupakan usaha yang sia-sia, karena zaman dulu pun Islam telah membuktikan bahwa ia mampu mengangkat derajat manusia dari derajat yang rendah (kegelapan). Sesuatu yang sudah pernah terjadi dimasa lampau, akan bisa saja terjadi  pula di masa sekarang, karena manusia dalam sikap dan tingkah lakunya tidak pernah mengalami perubahan apa pun sejak setelah itu. Pada saat zaman dulu, keanusiaan telah tenggelam bergelimang di dalam kenikmatan-kenikmatan indrawi, sebagaimana agaknya sekarang. Apa ada perbedaan antara zaman lampau dengan zaman sekarang, kecuali dalam kemewahan dan bentuk-bentuk kasatmatanya saja. Dari segi moral, kebejatan Romawi kuno berpasangan dengan Paris, london dan kota-kota besar di Amerika. Dalam perspektif sejarah inilah, maka Islam dinyatakan kepada dunia. Untuk mengadakan perubahan menyeluruh, mengengkat  manusia dari jurang kegelapan ke arah kehidupan yang cerah dan mulia. Akan tetapi, tatkala ummat ini tidak lagi mencerminkan nilai-nilai Islam dalam hidupnya, maka berlakulah hukum Allah yang akan membuat sirna segala kejayaan dan kekuassan serta merubah mereka menjadi budak-budak nafsunya sendiri.

Islam yang diwahyukan bagi ummat manusia melalui masyarakat Arab yang waktu itu terutama terdiri dari orang-orang Badui yang berwatak kasar dan bengis, seperti dikatakan di dalam Al Qur’an tentangnya: ” orang-orang Badui adalah orang-orang yang sangat munafik dan ingkar “. Tetapi Islam telah mampu untuk membawa mereka menuju suatu pintu pencerahan menuju hidup yang cerah dan mulia, hal itu merupakan suatu gambaran jelas tentang kemampuan Islam dalam masa awal keberadaannya (Islam Klasik)yang menakjubkan dalam mengadabkan ummat manusia dan menyucikan jiwanya.

Tetapi Islam juga tidak sekedar puas dengan penyucian jiwa. Ia selalu mengambil segala bentuk peradaban yang merebut kepentingan umum dewasa ini, yang oleh sebagian orang dianggap sebagai inti kehidupan. Islam memajukan dan menunjang peradaban segala negeri yang telah ditaklukkannya selama peradabannya itu tidak bertentangan dengan monotheisme, dan selama tidak membelokkan ummat manusia dari menjalankan amal

Ø      Sikap Islam Klasik dan Kontemporer Mengenai Peradaban Islam 

A.     Sikap Islam Klasik Terhadap Peradaban Islam Saat Ini

Wacana Islam Klasik bergulir dari sejak pada mulanya nabi Muhammad hingga

+ pada saat berakhirnya renaisance ( masa kgelapan),.jadi dalam penjabarannya mungkin akan lebih bersifat normatif, statis.misalnya dalam menyikapi berbagai masalah kehidupan engan adanya. hal itu disebabkan antara lain, bahwa pada saat itu keadaan Islam belum seperti keadaan sekarang ini, ketika kita bisa dengan mudahnya melaksanakan ibadah tanpa gangguan siapapun. Selain itu, sikap atau peradaban daripada Islam Klasik jga dipengaruhi oleh letak geografis dari tanah Arab, watak orang, dan dipengaruhi oleh pemikiran ahli-ahli pada saat itu.

B.     Sikap Islam Kontemporer Terhadap Peradaban Islam Saat Ini

Sikap Islam terhadap saat ini sama dengan yang telah ditunjukkannya terhadap setiap peradaban masa lampau. Islam menerima segala yang baik dari perdaban-peradaban itu, tetapi serempak dengan itu ia menolak segala yang buruk daripadanya. Islam tidak pernah menganjurkan sesuatu sikapisolasionisme ilmiah ataupun materialistik. Islam tidak memerangi peradaban lain demi pertimbangan pribadi atau rasial, karena Islam percaya akan kesatuannya kemanusiaan dan eratnya hubungan antara ummat manuisa dengan ras dan kecenderungannya yang berbeda-bda itu.

Yang perlu kita garis bawahi ialah bahwa Islam tidak menentang penemuan-penemuan modern, begitu pula kaum Muslimin tidak menuntut agar semua alat dan perkakas bertatahkan tulisan :“Dengan nama Allah Yang Pemurah lagi Maha Penyayang”. Karena bagaimana pun juga, alat-alat itu tidak mempunyai sesuatu agama atau tanah air pun, tetapi cara dan niat penggunannya akan mempunyai pengaruh terhadap semua ummat manusia di atas muka bumi.

Misalnya Bioskop juga suatu penemuan modern.saudara akan menjadi seorang Muslim yang baik kalau menggunakan film itu untuk memotret emosi yang bersih, watak yang mulia atau untuk melukiskan pertentangan di antara ummat manusia demi kebaikan. Tetapi bukanlah Muslim yang baik jika saudara menggunakannya untuk memamerkan percabulan, nafsu yang liar atau segala macam kebusukan moral, intelektual atau spiritual. Bukan hanya di bidang ilmu pengetahuan Islam menunjukkan sikap keterbukaan. Dalam hal hukum misalnya saja dalam hukum Islam memang menggariskan adanya hukum mati ( dalam konsep hukum qisas) adanya ketentuan ini tentunya tidak harus dipahami secara “statis”, artinya dalam zaman kontemporer di beberapa negara yang tidak menyepakati adanya hukuman mati, maka hukuman yang lain dapat saja diberlakukan. Inti dari hukuman mati dalam Qisas adalah bagaimana hal itu dapat memberikan hukuman yang setimpal balasannya bagi pelaku kejahatan serta agar perbutan itu tidak berulang lagi. Bila inti dari hukman mati itu sdah dapat dicapai oleh sistem hukuman tanpa hukuman mati, maka hal itu tidak jadi masalah. Berikut juga misalnya pementasan wayang orang yang bagi sebgian orang dianggap sebagai bagian dari ajaran agama Hindu dan karena itu ummat Islam tidak diperbolehkan untuk melihat, mengerti ataupun menikmati hal itu. Fenomena seperti tersebut sangat disayangkan karena seperti di paparkan di atas bahwa Islam sangat terbuka terhadap apa yang baik-baik walaupun itu diambil dari suatu kepercayaan di luar Islam selama hal itu tidak bertentangan dengan yang telah diatur dalam ajaran Islam serta hal itu untuk kepentingan ummat.

Dalam Al Qur’an surat Ali Imran : 14

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas dan perak, kuda piihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”.

Dari pernyataan di atas menurut Islam, orang yang suka kepada 6(enam) halkesenangan hidup di dunia tersebut tidaklah tercela, karena itu memang sudah merupakan fitrah dan ghazirah (naluri) dari manusia.

Tetapi Islam bukan saja dengan lapang tangan untuk memberikan keterbukaan, dalam hal ini mengambil kebaikannya saja, namun juga dengan memperhatikan nilai-nilai yang telah ditegaskan dal Al Qur’an maupun Hadist.

Misalnya fenomena yang hingga kini masih banyak diperdebatkan, yaitu mengenai pengenaan Jilbab bagi kaum muslimah. Hal ini banyak di pautkan dengan nilai religiusitas, nilai kesopanan, nilai kerapian hingga nilai keamanan atau keselamatan. Bila ditilik dari sudut historisitas, pengenaan Jilbab bagi kaum muslimah. Pertama, di dasari oleh karena struktur geografis alam Arab yang memang akhirnya membentk budaya atau kebiasaan bagi mereka kaum wanitanya untuk mengenakan Jilbab. Kedua, memang dalam Islam di himbau bagi kaum muslimah untuk memanjangkan Jilbab, sebagai wujud religiusitas. Namun yang perlu kita garis bawahi, yaitu bahwa pengenaan Jilbab memang mau diakui atau tidak mempunyai manfaat yang besar bagi kaum muslimah, baik untuk menambah rasa iman, juga untuk menjaga diri dari fitnah dan perbuatan kerusakan. Tetapi pengenaan Jilbab janganlah lalu dianggap secara “parsial” yaitu dengan hanya menjilbabi wujud fisiknya saja tapi juga wujud rohani karena itu merupakan inti dari pemakaian Jilbab untuk muslimah.

C.     Kesimpulan

Dari Pernyataan di atas, maka menurut saya tidak terlalu ada ataupun sangat tidak signifikan perubahan pandangan dari masa “Islam Klasik dan Islam Kontemporer”, karena Islam tidak menentang peradaban itu selama peradaban itu mengabdi kepada kemanusiaan. Tetapi jika peradaban itu menyengsarakan hidup ummat serta keluar dari jalur kemanuisaan, maka Islam akan berjuang melawan apa yang dinamakan peradaban serupa itu.

Gerakan Islam modern harus menghimpun kekuatan dengan mempelajari masa lampau. Akar kebudayaan dan peradaban Islam  di dapat dari suatu tujuan untuk dapat membawa ummat manusia ke arah yang lebih maju dan keselamatan. Islam memperhatikan segala bentuk hubungan yang mengikat manusia di segala bidang mengaturnya dengan hukum Islam dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ada beberapa penjelasan pokok yang dapat diambil dari penjelasan di atas , antara lain:

Ø      Pertama : Harus dipahami benar-benar bahwa Islam bukan sekadar ideologis. Islam juga merupakan sistem kehidupan praktis yang sepenuhnya tanggap akan segala kebutuhan pokok ummat manusia.

Ø      Kedua : Dalam usah memenuhi tuntutan dasar ummat manusia, Islam mewujudkan perimbangan yang sempurna sejauh batas-batas sifat manusia mengizinkannya. Islam berjalan untuk mencapai keseimbangan di antara kebutuhan pribadi dan kebutuhan yag bersifat kemasyarakatan.

Ø      Ketiga : Haruslah selalu diingat bahwa Islam mempunyai eksistensi tersendiri sebagai suatu sistem filsafat, sosial maupun ekonomi, yang tidak sama, tidak dipengaruhi dan tidak meniru yang lain.

Bila kita simak kembali pernytaan di atas maka bukan saja tidak kita ketemukan perbedaan signifikan antar peradaban baik dizaman Islam Klasik maupun Islam Kontemporer, tapi malah sebaliknya akan terbentuk suatu kesimpulan yang menunjukkan bahwa mungkin kedua istilah tersebut bisa dianggap tidak ada, hal itu dalam arti tujuan dari peradaban tesebut.

Zaman Islam, masih di tengah jalan dan belum berakhir. Ia bukan merupakan kekuatan yang terhambur tersia-sia, melainkan merupakan suatu kekuatan penggerak yang hidup. Sudah saatnya bagi ummat Islam untuk bisa meninggalkan perdebatan-perdebatan panjang yang sifatnya tidak esential. Semoga peradaban Islam hari depannya secerah kejayaan masa lampaunya. Ammien…

Iklan

About teezarav

I'd like to make people comfortable and happy

Posted on Januari 1, 2013, in Pengetahuan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: