Kumpul Keluarga desa Pondowan di Akhir Tahun

Sintesa Islam Klasik dan Modern Dalam Dialog Budaya

Sejak risalah Islam diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. + 14 abad yang lalu, ia telah menunjukkan keajaiban yang sangat mengesankan, berhasil menata masyarakat adil-makmur yang diridhai Allah SWT. Islam juga kemudian menunjukkan obor peradaban dan kebudayaandunia massa itu. Selama kurun waktu yang panjang itu jugalah Islam telah membebaskan manusia dari kungkungan nafsu-snafus hewaniah, sekarangpun tetap merupakan satu-satunya harapan ummat manusia untuk hal itu, yang akan mengarahkannya mencapai taraf kejiwaan yang lebih tinggi.

Biarlah tak seorang pun yang mungkin berani mengtakan bahwa kebangkitan iSlam itu tidak mungkin dan merupakan usaha yang sia-sia, karena zaman dulu pun Islam telah membuktikan bahwa ia mampu mengangkat derajat manusia dari derajat yang rendah (kegelapan). Sesuatu yang sudah pernah terjadi dimasa lampau, akan bisa saja terjadi  pula di masa sekarang, karena manusia dalam sikap dan tingkah lakunya tidak pernah mengalami perubahan apa pun sejak setelah itu. Pada saat zaman dulu, keanusiaan telah tenggelam bergelimang di dalam kenikmatan-kenikmatan indrawi, sebagaimana agaknya sekarang. Apa ada perbedaan antara zaman lampau dengan zaman sekarang, kecuali dalam kemewahan dan bentuk-bentuk kasatmatanya saja. Dari segi moral, kebejatan Romawi kuno berpasangan dengan Paris, london dan kota-kota besar di Amerika. Dalam perspektif sejarah inilah, maka Islam dinyatakan kepada dunia. Untuk mengadakan perubahan menyeluruh, mengengkat  manusia dari jurang kegelapan ke arah kehidupan yang cerah dan mulia. Akan tetapi, tatkala ummat ini tidak lagi mencerminkan nilai-nilai Islam dalam hidupnya, maka berlakulah hukum Allah yang akan membuat sirna segala kejayaan dan kekuassan serta merubah mereka menjadi budak-budak nafsunya sendiri.

Islam yang diwahyukan bagi ummat manusia melalui masyarakat Arab yang waktu itu terutama terdiri dari orang-orang Badui yang berwatak kasar dan bengis, seperti dikatakan di dalam Al Qur’an tentangnya: ” orang-orang Badui adalah orang-orang yang sangat munafik dan ingkar “. Tetapi Islam telah mampu untuk membawa mereka menuju suatu pintu pencerahan menuju hidup yang cerah dan mulia, hal itu merupakan suatu gambaran jelas tentang kemampuan Islam dalam masa awal keberadaannya (Islam Klasik)yang menakjubkan dalam mengadabkan ummat manusia dan menyucikan jiwanya.

Tetapi Islam juga tidak sekedar puas dengan penyucian jiwa. Ia selalu mengambil segala bentuk peradaban yang merebut kepentingan umum dewasa ini, yang oleh sebagian orang dianggap sebagai inti kehidupan. Islam memajukan dan menunjang peradaban segala negeri yang telah ditaklukkannya selama peradabannya itu tidak bertentangan dengan monotheisme, dan selama tidak membelokkan ummat manusia dari menjalankan amal

Ø      Sikap Islam Klasik dan Kontemporer Mengenai Peradaban Islam 

A.     Sikap Islam Klasik Terhadap Peradaban Islam Saat Ini

Wacana Islam Klasik bergulir dari sejak pada mulanya nabi Muhammad hingga

+ pada saat berakhirnya renaisance ( masa kgelapan),.jadi dalam penjabarannya mungkin akan lebih bersifat normatif, statis.misalnya dalam menyikapi berbagai masalah kehidupan engan adanya. hal itu disebabkan antara lain, bahwa pada saat itu keadaan Islam belum seperti keadaan sekarang ini, ketika kita bisa dengan mudahnya melaksanakan ibadah tanpa gangguan siapapun. Selain itu, sikap atau peradaban daripada Islam Klasik jga dipengaruhi oleh letak geografis dari tanah Arab, watak orang, dan dipengaruhi oleh pemikiran ahli-ahli pada saat itu.

B.     Sikap Islam Kontemporer Terhadap Peradaban Islam Saat Ini

Sikap Islam terhadap saat ini sama dengan yang telah ditunjukkannya terhadap setiap peradaban masa lampau. Islam menerima segala yang baik dari perdaban-peradaban itu, tetapi serempak dengan itu ia menolak segala yang buruk daripadanya. Islam tidak pernah menganjurkan sesuatu sikapisolasionisme ilmiah ataupun materialistik. Islam tidak memerangi peradaban lain demi pertimbangan pribadi atau rasial, karena Islam percaya akan kesatuannya kemanusiaan dan eratnya hubungan antara ummat manuisa dengan ras dan kecenderungannya yang berbeda-bda itu.

Yang perlu kita garis bawahi ialah bahwa Islam tidak menentang penemuan-penemuan modern, begitu pula kaum Muslimin tidak menuntut agar semua alat dan perkakas bertatahkan tulisan :“Dengan nama Allah Yang Pemurah lagi Maha Penyayang”. Karena bagaimana pun juga, alat-alat itu tidak mempunyai sesuatu agama atau tanah air pun, tetapi cara dan niat penggunannya akan mempunyai pengaruh terhadap semua ummat manusia di atas muka bumi.

Misalnya Bioskop juga suatu penemuan modern.saudara akan menjadi seorang Muslim yang baik kalau menggunakan film itu untuk memotret emosi yang bersih, watak yang mulia atau untuk melukiskan pertentangan di antara ummat manusia demi kebaikan. Tetapi bukanlah Muslim yang baik jika saudara menggunakannya untuk memamerkan percabulan, nafsu yang liar atau segala macam kebusukan moral, intelektual atau spiritual. Bukan hanya di bidang ilmu pengetahuan Islam menunjukkan sikap keterbukaan. Dalam hal hukum misalnya saja dalam hukum Islam memang menggariskan adanya hukum mati ( dalam konsep hukum qisas) adanya ketentuan ini tentunya tidak harus dipahami secara “statis”, artinya dalam zaman kontemporer di beberapa negara yang tidak menyepakati adanya hukuman mati, maka hukuman yang lain dapat saja diberlakukan. Inti dari hukuman mati dalam Qisas adalah bagaimana hal itu dapat memberikan hukuman yang setimpal balasannya bagi pelaku kejahatan serta agar perbutan itu tidak berulang lagi. Bila inti dari hukman mati itu sdah dapat dicapai oleh sistem hukuman tanpa hukuman mati, maka hal itu tidak jadi masalah. Berikut juga misalnya pementasan wayang orang yang bagi sebgian orang dianggap sebagai bagian dari ajaran agama Hindu dan karena itu ummat Islam tidak diperbolehkan untuk melihat, mengerti ataupun menikmati hal itu. Fenomena seperti tersebut sangat disayangkan karena seperti di paparkan di atas bahwa Islam sangat terbuka terhadap apa yang baik-baik walaupun itu diambil dari suatu kepercayaan di luar Islam selama hal itu tidak bertentangan dengan yang telah diatur dalam ajaran Islam serta hal itu untuk kepentingan ummat.

Dalam Al Qur’an surat Ali Imran : 14

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas dan perak, kuda piihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”.

Dari pernyataan di atas menurut Islam, orang yang suka kepada 6(enam) halkesenangan hidup di dunia tersebut tidaklah tercela, karena itu memang sudah merupakan fitrah dan ghazirah (naluri) dari manusia.

Tetapi Islam bukan saja dengan lapang tangan untuk memberikan keterbukaan, dalam hal ini mengambil kebaikannya saja, namun juga dengan memperhatikan nilai-nilai yang telah ditegaskan dal Al Qur’an maupun Hadist.

Misalnya fenomena yang hingga kini masih banyak diperdebatkan, yaitu mengenai pengenaan Jilbab bagi kaum muslimah. Hal ini banyak di pautkan dengan nilai religiusitas, nilai kesopanan, nilai kerapian hingga nilai keamanan atau keselamatan. Bila ditilik dari sudut historisitas, pengenaan Jilbab bagi kaum muslimah. Pertama, di dasari oleh karena struktur geografis alam Arab yang memang akhirnya membentk budaya atau kebiasaan bagi mereka kaum wanitanya untuk mengenakan Jilbab. Kedua, memang dalam Islam di himbau bagi kaum muslimah untuk memanjangkan Jilbab, sebagai wujud religiusitas. Namun yang perlu kita garis bawahi, yaitu bahwa pengenaan Jilbab memang mau diakui atau tidak mempunyai manfaat yang besar bagi kaum muslimah, baik untuk menambah rasa iman, juga untuk menjaga diri dari fitnah dan perbuatan kerusakan. Tetapi pengenaan Jilbab janganlah lalu dianggap secara “parsial” yaitu dengan hanya menjilbabi wujud fisiknya saja tapi juga wujud rohani karena itu merupakan inti dari pemakaian Jilbab untuk muslimah.

C.     Kesimpulan

Dari Pernyataan di atas, maka menurut saya tidak terlalu ada ataupun sangat tidak signifikan perubahan pandangan dari masa “Islam Klasik dan Islam Kontemporer”, karena Islam tidak menentang peradaban itu selama peradaban itu mengabdi kepada kemanusiaan. Tetapi jika peradaban itu menyengsarakan hidup ummat serta keluar dari jalur kemanuisaan, maka Islam akan berjuang melawan apa yang dinamakan peradaban serupa itu.

Gerakan Islam modern harus menghimpun kekuatan dengan mempelajari masa lampau. Akar kebudayaan dan peradaban Islam  di dapat dari suatu tujuan untuk dapat membawa ummat manusia ke arah yang lebih maju dan keselamatan. Islam memperhatikan segala bentuk hubungan yang mengikat manusia di segala bidang mengaturnya dengan hukum Islam dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ada beberapa penjelasan pokok yang dapat diambil dari penjelasan di atas , antara lain:

Ø      Pertama : Harus dipahami benar-benar bahwa Islam bukan sekadar ideologis. Islam juga merupakan sistem kehidupan praktis yang sepenuhnya tanggap akan segala kebutuhan pokok ummat manusia.

Ø      Kedua : Dalam usah memenuhi tuntutan dasar ummat manusia, Islam mewujudkan perimbangan yang sempurna sejauh batas-batas sifat manusia mengizinkannya. Islam berjalan untuk mencapai keseimbangan di antara kebutuhan pribadi dan kebutuhan yag bersifat kemasyarakatan.

Ø      Ketiga : Haruslah selalu diingat bahwa Islam mempunyai eksistensi tersendiri sebagai suatu sistem filsafat, sosial maupun ekonomi, yang tidak sama, tidak dipengaruhi dan tidak meniru yang lain.

Bila kita simak kembali pernytaan di atas maka bukan saja tidak kita ketemukan perbedaan signifikan antar peradaban baik dizaman Islam Klasik maupun Islam Kontemporer, tapi malah sebaliknya akan terbentuk suatu kesimpulan yang menunjukkan bahwa mungkin kedua istilah tersebut bisa dianggap tidak ada, hal itu dalam arti tujuan dari peradaban tesebut.

Zaman Islam, masih di tengah jalan dan belum berakhir. Ia bukan merupakan kekuatan yang terhambur tersia-sia, melainkan merupakan suatu kekuatan penggerak yang hidup. Sudah saatnya bagi ummat Islam untuk bisa meninggalkan perdebatan-perdebatan panjang yang sifatnya tidak esential. Semoga peradaban Islam hari depannya secerah kejayaan masa lampaunya. Ammien…

Konferensi Asia Afrika, Sebuah Harapan Negara Dunia ke Tiga

Ini critanya migrasi tulisan dari blog lawas saya 🙂

Tulisan ini dimuat dalam rubrik Opini Publik SKH-Kedaulatan Rakyat Yogyakarta, 20 April 2005,    3 hari sebelum Konferensi Asia-Afrika di Bandung

Akhir April 2005 nanti tepat usia ke-50 Konferensi Asia Afrika (KKA), sebuah konferensi yang pada waktu itu tahun 1955 digagas atas dasar persamaan nasib negara-negara yang pernah dijajah oleh negara-negara kapital. Dalam sejarahnya KKA tak lepas dari Konferensi Colombo yang muncul atas inisiatif Sir John Kotewala yang diadakan pada akhir April 1955 di Sri Lanka. Semula gagasan Sir John adalah mengumpulkan empat negara tetangga yakni : Burma, Srilanka, Pakistan dan India. Mengapa empat negara tersebut, karena ke-empatnya mengalami persamaan nasib dan pengalaman yakni menjadi jajahan atau koloni Inggris yang telah habis beberapa tahun sebelumnya.

Pada awalnya Sir John tidak memiliki niatan untuk mengundang negara tetangga yang lain namun selanjutnya dia berpikir bahwa Indonesia telah berhasil mematahkan era kolonialisme Belanda dengan berbagai pengorbanannya. Dan akhirnya Indonesia menjadi Negara yang diundang dalam konferensi tersebut.  Dengan serta merta Soekarno yang pada waktu itu menjadi Presiden pertama Republik Indonesia (RI) menyambut baik undangan itu. Terlebih Soekarno telah memiliki impian sejak lama untuk menggabungkan dan memperluas gerakan Asia-Afrika. Impian Soekarno ini tak lepas dari inspirasi yang dia dapat saat membaca buku penulis Inggris yakni Lothrop Stoddard dalam bukunya yang berjudul “The Rising Tide of Colour”.

Dalam bukunya Stoddard menegaskan bahwa gerakan Asia-Afrika secara spiritual bergandengan tangan satu sama lain dan semua termotivasi memiliki insting untuk mempertahankan diri. Soekarno pada waktu itu memiliki pemikiran bahwa kalau dapat dibangkitkan jiwa Pan-Asianisme maka dampaknya akan memunculkan semangat nasionalisme bagi bangsa Indonesia. Alasannya adalah jiwa Pan-Asianisme memiliki persamaan nasib pernah mengalami penderitaan yang sama berada di bawah bendera koloni Negara-negara penjajah, tentu saja ini akan membangkitkan perasaan senasib dan nantinya persamaan ini akan dapat merumuskan sebuah persamaan sikap dan persamaan pergerakan (Dr.H Roeslan Abdul Gani, Media Work-Shop KTT Asia-Afrika dan Peringatan 50 tahun KKA Bandung, Deplu RI. (www.deplu.go.id) ) .

Tantangan terhadap semangat KKA I
Pada waktu itu KKA I mampu merumuskan beberapa hal penting yang menjadi komunike bersama Negara-negara peserta konferensi. Komunike inilah yang kita kenal dengan Dasa Sila Bandung (Ten Principles of Bandung). Dalam aspek sejarah, munculnya Dasa Sila Bandung memang dikarenakan dalam rangka penggalangan solidaritas dan semangat menentang imperialisme, kolonialisme serta mewujudkan perdamaian dunia sesuai situasi politik internasional waktu itu. Selaras dengan politik Indonesia yang kita kenal dengan bebas aktifnya dan tetap berorientasi pada kepentingan nasional dan Dasa Sila Bandung dapat dijadikan sebagai momentum peningkatan bargaining politik Internasional bagi Indonesia dibawah kepemimpinan Soekarno pada waktu itu.

Roh Dasa Sila Bandung sampai saat ini dirasa masih sangat relevan untuk diterapkan kepada Negara-negara Asia-Afrika terutama dalam aspek hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati satu sama lain. Namun pada perjalanannya ternyata semangat yang tumbuh dalam KKA I dihadapkan pada tantangan yang cukup berat, terutama menghadapi “monster” yang diberi nama globalisasi. Hal ini sedikit banyak telah disinggung oleh mantan Presiden Megawati Soekarnoputri ketika membuka Konferensi Organisasi-organisasi Sub Regional Asia Afrika di Bandung tanggal 23 Juli 2003 lalu. Dikatakan dalam pidatonya bahwa, negara-negara Asia-Afrika saat ini tidak lagi berjuang melawan imperialisme dan kolonialisme, melainkan melawan hambatan serius pembangunan, beban utang, ketidakmampuan bersaing di pasar dunia dan keterpinggiran dalam proses globalisasi.

Penjajahan tidak lagi dalam bentuk fisik, namun pemaksaan yang mengharuskan adanya pasar bebas, demokrasi dan hak asasi manusia di setiap Negara, sementara kesenjangan antara negara dunia ketiga dan negara maju masih amat jauh.  Ternyata “penjajahan” dalam bentuk baru inilah yang sekarang baru dialami Negara-negara dunia ke tiga yang kebetulan Negara dunia ke tiga banyak terdapat di semenanjung Asia dan Afrika. Namun seperti sudah memiliki prediksi ke depan, pada waktu itu Presiden Soekarno yang berpidato pada pembukaan KKA I tahun 1955 di Bandung mengatakan “supaya tidak sekedar memandang kolonialisme dalam bentuk klasik, namun juga dalam bentuk baru, dalam bentuk kontrol ekonomi, kontrol intelektual dan kontrol fisik”.

Kenyataan pahit Negara-negara mantan jajahan rezim kolonial agaknya sudah tidak relevan jika tetap dijadikan sebuah semangat atau dasar dalam membangun sebuah komunike bersama antar Negara Asia-Afrika saat ini. Tetapi lebih daripada itu dalam konteks ke-kinian semuanya dihadapkan pada tantangan besar untuk membangun sebuah komunike bersama yang konkrit dan dapat menguntungkan kedudukan Negara Asia-Afrika baik dalam percaturan politik Internasional maupun secara ekonomi, misalnya saja dengan membahas isu-isu yang lebih konkrit seperti, perdagangan bebas, hutang, atau pembangunan bagi Negara-negara dunia ke tiga termasuk Indonesia. Isu-isu inilah yang seharusnya diblow-up ke depan bagi Negara-negara Asia-Afrika untuk lebih memiliki focus dalam langkah selanjutnya.

Sementara itu isu-isu lain yang digembar-gemborkan oleh Negara-negara Kapital seperti Amerika Serikat agaknya dan diramalkan masih akan dibahas pada KKA April 2005 nanti yakni tidak jauh-jauh dari permasalahan terorisme. Negara-negara di Asia dan Afrika termasuk Indonesia, dianggap menjadi tempat berkembang biak teroris internasional sehingga dijatuhkan berbagai sanksi internasional. “Pemerintah AS menerapkan apa yang disebut ‘Safe Guard Policy’. Semua peraturan ini adalah sistem proteksi yang secara langsung dapat digunakan dan berubah menjadi varian-varian kendala politik ‘mainstream’ AS,” kata Alfian Muthalib, pengamat politik internasional dari Unas Jakarta(www.hariansib.com).

Asia-Afrika ke depannya
Perubahan yang terjadi dalam kepentingan Negara-negara Asia Afrika sebagaimana dikutip dari web site KOMPAS (www.kompas.com) setidaknya terbagi ke dalam tiga hal yakni : Ekonomi dan pembangunan, perdamaian dan keamanan global, khususnya terorisme, restrukturisasi politik global (Anak Agung Banyu Perwita Ph.D, Dasa Sila Bandung dan Kemitraan Strategis Baru (www.sinarharapan.co.id) ). Artinya jelas, bahwa artinya ada frame berpikir yang konkrit yang seharusnya dimiliki oleh Negara-negara Asia Afrika. Hal itu semata-mata untuk memperjelas langkah bersama bagi kemajuan bangsa-bangsa di semenanjung Asia dan Afrika. Dan pada akhirnya kita semua berharap bahwa KKA yang akan diselenggarakan pada 23-24 April 2005 mendatang dapat membawa perubahan positif yang signifikan dan konkrit, khususnya bagi Indonesia untuk dapat memperkuat bargaining politik internasional yang berimbas pada kesejahteraan masyarakat. Semoga.

5 Tahun Perjalananku di Ibu Kota (4)

Guys..sambungannya lama ya..di akhir 2012, karena kemarin di tahun 2011 akhir, ada satu hal yang membuatku “terhenti” untuk meneruskan ini semua, tp saya percaya..semuanya akan  dituangkan di sini kelak kemudian hari..dan masih akan terus bersambung sampai akhir hayat..InsyaAllah 🙂

Okey, tadi sampe aku balik ke kost dan buka puasa ya. Dalam perjalanannya saya terus utk usaha untuk jualan buku, walaupun ternyata saya ketahui bahwa saya belum bakat jualan pada saat itu..hehe. Selanjutnya kabar kalo aku di Jakarta tersiar ke semua saudara-saudara di Jakarta, trus ada satu saudaraku, tepatnya kemenakan Papa yang baru memulai usaha sebagai distributor sebuah coffee maker dari Italia.

Singkat cerita, aku diajak untuk bantu-bantu dia jualan di sana. Aku disuruh untuk belajar produknya dulu, baca-baca product knowledge, belajar market kopi di Jakarta. Oiya, coffee maker ini harganya ngga murah lho..paling murah aja waktu itu harganya 5jt-an, dan bahkan ada yang harganya 40jt-an, kaget juga waktu itu..trus mikir gimana cara-nya jualan produk semahal itu yang nggak banyak orang butuh. Akhirnya dari perusahaan sodaraku, ada solusi yakni menyewakan coffee maker itu ke perusahaan-perusahaan, nah aku pikir kalo seperti itu masih make sense.

Dalam proses aku ikut sodara itu, dalam beberapa waktu aku terlibat interview dengan beberapa perusahaan di Jakarta untuk masuk sebagai karyawan. Kira-kira seminggu lebih aku ikut saudaraku, tiba-tiba datang panggilan final interview dari satu perusahaan. Kira-kira jam 5, sepulang aku dari kantor saudaraku aku bergegas menuju panggilan final interview tersebut di daerah buncit, Jakarta Selatan. Sampailah di kantor tersebut, dan langsung ditemui oleh kepala HRD perusahaan itu..karena ini final interview, hatiku harap harap cemas..berharap inilah yg terakhir selama penantianku di Jakarta untuk mendapatkan pekerjaan. Mulai si kepala HRD berbicara, pelan-pelan menerangkan job desc di sana, bicara gaji..karena udah pada titik yang berharap banget, seperti omongan dia ngga aku dengerin..hehe..sampailah pada pembicaraan terakhir..”Mas, mas kami terima bekerja di perusahaan kami..dengan gaji xx rupiah dan masa percobaan tiga bulan” sempat terdiam sejenak, dan akhirnya Alhamdulillah ya Allah..aku dapat pekerjaan pertamaku di Jakarta..

Melanjutkan pembicaraannya, kepala HRD bilang..untuk hari Senin mulai masuk..dan tanda tangan kontrak, dan saya pun meng-iyakan hal tersebut. Dalam perjalanan pulang ke kos kosan, saya kabari Mama, dan Mamapun berucap syukur Alhamdulillah..jalan pulang dekat kos kosan waktu itu ada pengemis di jembatan penyeberangan tosari, tanpa pikir panjang..aku pun kasih selembar uang yang kalo ga salah, itu adalah satu satunya lembaran yang tersedia di dompet yakni 10rb..dan si pengemis pun terlihat sangat senang untuk nominal yang lumayan besar..hehe..

Finally ya Allah..aku dapat pekerjaan di Jakarta.

Babak baru karir saya di Jakarta, akan saya tuangkan ke dalam tulisan-tulisan saya selanjutnya di blog ini. Oiya, tanggal ini tanggal 31 Desember 2012, setahun tulisan 5th perjalanan saya di Jakarta ter-pending akhirnya selesai juga..Oiya, sedikit perjalanan karir saya sebagai karyawan di Jakarta yang sudah menginjak tahun ke 7, saya pertama kali kerja di Detikcom (situs berita online) tapi saya di bagian VAS-nya, trus nyambung ke RedTree Indonesia (perusahaan content provider dan label rekaman), PT Inti konten Indonesia (anak perusahaan BUMN PT.Inti), dan saat ini saya kerja di PT. Huawei Tech Investment (perusahaan global dari China).

Saya percaya bahwa tulisan-tulisan selanjutnya juga ngga kalah menarik, bagaimana saya bekerja di Jakarta, lika-likunya, serta keriangan-keriangan di dalam nya

See you 🙂

5 Tahun Perjalananku di Ibu Kota (3)

Tadi yang ke 2 masuk ke perjalanan jualan buku buku itu ya..

Okey, jadi semua perlengkapan jualan buku akhirnya aku dah beli..seperti list judul buku, dan contoh cover2 buku. Akhirnya yang asli aku perbanyak, dan di ujung kanan-nya aku tulisin nama dan nomor HP ku, supaya jika aku sebarkan dan ada orang lihat trus tertarik akan menelponku. Jadi mulailah perjalananku berjualan buku, yaa..tepatnya menjadi sales lah..berkeliling sana sini, masuk kantor satu ke kantor yang lain..menawarkan buku buku ini. Karena aku blom tau Jakarta, akupun modal nekat, dimulai dari kantor2 yg dekat dengan kosku..beruntung, karena aku kos di tengah2  Sudirman dan Thamrin, jadi aku menyusuri jalan sepanjang sudirman situ. Naik metromini, turun dari gedung satu ke gedung yang lain. Kasarannya, kalo ada sales vacum cleaner yang muter2, nahh kalo aku jualan buku..itu aja bedanya :-). Oiya, dalam proses mencari pekerjaan di Ibu Kota ini pun aku melakoni 2 hal yg paling utama, yakni berdoa dan berusaha. Berdoa dalam arti mencoba melakukan semua hal untuk mendekatkan diri kepada Allah, termasuk puasa sunnah nabi Daud.

Ternyata cari uang, jualan itu susah ya kawan. Masuk kantor satu, cuma bisa ditemui satpam..mau ketemu orang yg berkepentingan susah katanya kalo belom ada janji, lha gimana janjian wong kenalan aja belum..maksudnya mau presentasi sebentar gitu..tp yaa, udah kebentur ama satpam duluan dan cuma disuruh ninggalin brosurnya, dan akhirnya ya brosurnya aku tinggal. Melangkah lebih jauh lagi, aku jualan sampe daerah Blok M..di sana juga banyak kantor2 pemerintahan ada telkom, dan PU, ada sekolah Al Alzhar. Mulai dari lobi gedung, sampe kantor koperasi aku masukin untuk  nawarin buku buku ini. Paling inget pas di telkom kebayoran baru, baru ngomong nawarin buku petugasnya bilang..”ahh..bukumu kaya gini ga laku mass..mahal harganya..udah sana tawarin ke yang lain”..Aku pun cuma bisa senyum dan mengucap, trima kasih Bu. Dalam hati, ya ampun…begini ya cari uang, susahnya.

Tak kehabisan semangat, akupun nekat jalan jalan sampe ke Depok..kali ini aku menjadikan UI sebagai tujuanku..yaa..itung2 kangen suasana kampus sambil jualan di sana..hehe. Masuk ke UI tepatnya fakultas hukum akupun sempat keliling2 sebentar, hampir sama suasana kegiatan mahasiswanya di kampusku dulu. Trus masuk ke koperasinya, sempet ngobrol2 ama petugasnya tentang buku2 yg laku disitu..trus aku nitip brosur dari perusahaanku. Hari sudah menjelang sore kala itu, akupun balik ke Jakarta.

Keesokan harinya, melanjutkan jualan buku, lalu aku coba ke daerah thamrin..sambil naik metromini, akupun menyusuri jalan thamrin, berhenti di depan gedung PBB..akupun iseng2 nanya di situ ama petugas kemanan. Aku nanya apakah ada kesempatan buat magang di sana, trus dia jawab..Wah mas, kalo di gedung PBB sini ga ada mas, adanya di masing2 lembaga..mas coba ke ILO yg ada di menara thamrin. Kebetulan menara thamrin ga jauh dari gedung PBB, trus akupun bergegas ke sana ke lantai 20. Setalah sampe ke kantor ILO, akupun nanya2 gimana agar bisa magang di sana. Oiya, aku kan dulu konsentrasi di Hukum Humaniter Internasional, dan memang cita2ku adalah masuk ke Deplu atau kerja di lembaga internasional. Jadi harapan utk magang di lembaga2 internasional menjadi salah satu harapanku juga..hehe. Persyaratannya pun udah aku dapat, yakni kasih CV dan sertifikat2. Karena hari masih siang, akupun lanjut jalan2 jualan buku. Seperti bisa door to door di kantor kantor, nitip brosur yg ditinggalin nomer HP ku.

Sambil jalan menyusuri thamrin, aku jalan ke BI coba nyasar ke koperasi-nya untuk nawarin buku lagi. Sesampainya di BI, di depan pintu masuk yang megah itu lalu aku nanya ke satpam “Pak..mau ke koperasi lewat pintu mana ya?” dia bilang lewat pintu yang jalan Budi Kemuliaan Mas..Oh, dan akupun berputar. Masuk, nanya2 akhirnya sampe ke koperasi BI. Sesampainya di situ, baru mau bilang nawarin buku..ada ibu2 langsung bilang “Ah, saya sibuk mas..lain kali aja ke sini”..glekkkk..sempet diam bbrp detik..dan akupun bilang, Oh..Oke Bu..trima kasih..

Dan akupun berjalan, keluar gedung BI..jalan dan terus jalan aja..nyeberangin thamrin..ga mikir naik angkot ke kos2an..pokoknya jalan kaki terus aja. Sepanjang perjalanan aku mikir dan bertanya, Ya Allah..sampai kapan aku akan begini..aku harus dapet pekerjaan Ya Allah. Akhirnya dari BI, sampe dengan tosari akupun jalan kaki..pas sampe kos2an pun maghrib..dan buka puasa..Alhamdulillah.

5 Tahun Perjalananku di Ibu Kota (2)

Menyambung yang seri 1 tadi, ciee 🙂

Jadi aku memutuskan utk stay di Jakarta tepat 2 minggu setelah gempa jogja 26Mei 2006. Cerita sedikit ttg gempa jogja waktu itu, gempa yg sangat dahsyat yg pernah saya rasakan se-umur2, saking hebat goyangannya mau keluar rumah aja ga bisa..Oiya, dan karena saya sempat lompat dari tangga kaki saya sempat terkilir dan susah jalan bbrp hari..hmm..benar2 ujian dari Allah utk masyarakat Jogja.

Dan akhirnya pada awal Juni kita semua berangkat ke Jakarta, sempet silaturahim di beberapa rumah sodara dan bermalam di rumah sodara juga. Di sela sela silaturahim itu, Papa mengantarku ke tempat dulu dia kos kira2 tahun 78 pada saat dia juga pertama kali kerja di Jakarta yakni di Hotel Borobudur. Lokasinya di daerah tosari, dekat dengan bundaran HI. Jadi dulu dia kos di sana, dan jalanannya pun sempit hanya cukup motor 1 lewat, rumah rumahnya juga berdempetan, yaa..perumahan di Jakarta pada “umumnya” lah.

Papa menunjukkan rumah waktu dulu dia kos, yang punya udah meninggal dan ketemu anaknya..tapi anaknya juga sedikit2 masih ingat Papaku. Waktu itu kita nanya, apakah di sana masih ada kamar kosong tapi ternyata udah penuh, dan pemilik kos itu kasih tau di gang sebelah. Oke dan kita pun menuju kos yang direkomendasikan, sama juga lokasinya..jalannya hanya cukup satu motor buat lewat. Kamarnya cukup lega, lumayanlah..akhirnya kita deal dengan pemilik kos itu, dengan harga 350rb sebulan dan saya bilang, akan kembali ke-esokan hari utk langsung nge kos.

Akhirnya saya dan Papa kembali ke rumah sodara di depok dimana kita bermalam. Ke-esokan harinya, saya, mama dan papa membeli “perlengkapan” anak kos seperti ember, hanger.. yaa, standarlah. Setelah itu, kita semua berangkat ke lokasi kos kosan..kala itu, waktu sudah siang menjelang sore. Dan saya pun menurunkan barang2 dimobil ditaruh ke kosan baru itu, laptop, printer..lengkap deh untuk seorang job seeker 🙂  Ini benar benar pengalaman saya pertama jauh dari orang tua yg akan saya lalui, 23 tahun hidup bersama ortu dan skrg hidup sendiri. Tapi saya sadar, bahwa ini adalah masa masa yang harus saya lalui yang ada dibagian cerita hidup dan saya harus konsisten utk menjalani hal ini.

Dan akhirnya pun, mama, papa harus pergi..saya lupa apa pesan pesan beliau waktu itu, tp saya ingat mama sempat sembab matanya ketika mau pergi, dan saya pun juga ikut2an sedikit terharu..hehe. Tapi Papa selalu bilang gini kalo mau jalan..”wes yo le”  dalam bahasa Indonesia, udah ya nak 🙂 Hmm..akhirnya dimulailah babak baru kehidupanku sebagai anak kos di Ibu Kota.

Oiya, sedikit crita ttg lokasi kosku..waktu itu kan kita nyari kos siang2 jadi sepi..tapi kalo malem rame banget..nggak taunya di jalanan  besar deket kos ku adalah cafe dangdut..yaa, tau sendiri lah..gimana kalo isinya cafe dangdut, cewe2 gitu lahh..hehe..Dan nggak taunya juga, kosanku itu deket taman lawang yang terkenal dengan banci2 taman lawang..dan deket kos ku itu ada kos2an khusus banci2 taman lawang..alamakkk..seru kali lokasi kosan aku ini..hahaha

Minggu minggu pertama, cuma aku isi dengan bangun trus buka laptop, beli koran utk mengetahui info2 lowongan kerja. Kalo mau ke warnet saat itu aku hanya tau warnet di Sarinah, dan jauh banget dari kos dan harganya pun 3x lipat dibanding di Jogja, ya iyalahh..Jakarta gitu loh 🙂 Yaa, begitu tiap pagi ngetik lamaran, kirim..ketik lamaran, kirim..benar2 job seeker sejati. Tapi aku beruntung, aku kenalan sama temen2 kos yg baik2..mereka semua udah pada kerja. Ada satu temenku, namanya Yani..dia baik banget, ngliat aku nggak ada kerjaan..aku diajak pergi dan main di kantornya, dia adalah PNS di Dept.Kelautan dan Perikanan..yaa gpp lah, itung2 nambah kenalan di Jakarta..hehe.

Hari hari ku lalui dengan hal yang sama di dalam kamar kos. Dan akhirnya ada panggilan juga, utk wawancara dari perusahaan apaa gitu, namanya lupa..dan akupun merasa nggak pernah ngelamar di situ. Akupun datang ke sana, lokasinya ada di gedung tua benhil yang kalo ga salah skrg udah dirubuhin. Begitu dateng ke sana ada banyak orang yg di-interview, giliranku utk interviewpun tiba..aku ditanya macam2 soal pengalaman, dan karena aku belum pernah kerja formal..aku ngomong aja, pengalaman kerja terakhirku di EO punya temen. Tapi trus yg bikin aku kaget adalah, aku harus membayarkan sejumlah uang utk penempatan. Reaksi normalku pun segera tanggap, orang cari kerja mau cari duit malah dimintain duit. Akupun menolak syarat itu, dan akhirnya pun pergi..hmm..pengalaman pertama di Jakarta 🙂

Lagi, aku juga dapet panggilan wawancara waktu itu di MyMody Gym Senayan yang akhirnya aku ketaui sebagai klub kesehatan mahal di Jakarta, waktu itu aku masukin lamaran lewat sodaraku karena di situ ada temennya, dan wawancarapun berjalan. Saat itu aku agak grogi wawancara, karena yg wawancara aku glamor gitu deh..glamor cewe2 jakarta..sementara aku baru aja menjejakkan kaki di Ibu kota..hehe. Aku masih ingat bener kata2nya waktu itu,”karena kamu baru di jakarta, kliatannya kamu harus menyesuaikan dulu dengan kondisi jakarta..dan saya nggak melihat kamu pas dengan pekerjaan ini”…glekkk rasanya..hmm..bener juga yang dia bilang, dan aku pun pulang kembali ke kosan. Dalam perjalanan pulang ke kosan..Papaku pun SMS..”gimana le, yg sabar ya..harus ulet”..duhh, rasanya pengen nangis..haha..

Susah yaa cari kerjaan..dan hari hari kembali aku lalui dengan “pekerjaan” yg sama di kosan. Diem di kos itu menjemukan ya kawan, dan akupun mencoba jalan2 di seputaran Senayan situ. Nanya2 ke temen kos angkutan yg ke senayan dan akhirnya aku naik metromini menuju senayan. Oiya, saat itu aku ke senayan dalam rangka ada acara bazaar buku di sana, yaa..sambil refreshing lah. Nah, pada saat acara bazaar buku itu ada talk show..aku lupa temanya apa, dan akupun duduk mengikuti talk show itu. Pada saat talkshow sedang berjalan, ada seorang bapak2 duduk di deketku..dan akupun diajaknya ngobrol “<B>sekolah dimana dek? <T>saya udah lulus pak, sekarang baru cari cari kerjaan <B>Oh gitu, ini saya ada kantor..ini kartu nama saya, kamu kalo ada waktu main ke sana ya <T> Perusahan apa ini Pak? <B>Ini penerbit buku, oke saya pergi dulu ya..sampe ketemu <T>Oke Pak, trima kasih..Karena sudah malam, akupun pulang kembali ke kos kosan..

Lusa, aku coba mampir ke alamat yg ada di kartu nama itu di daerah pasar jumat, dengan nanya2 orang kos akupun naik bis bianglala ke arah lebak bulus..rupanya pasar jumat dekat dengan terminal bis lebak bulus. Akhirnya sampe juga aku ke kantor itu, tapi sang bapak tidak di tempat dan aku ditemui oleh seorang kawannya, bapak2 juga. Mengobrol dengan bapak itu akupun lantas dijelaskan beberapa produk di kantor itu, rupanya kantor itu adalah distributor buku2 ensiklopedia. Bermacam macam jenis ensiklopedi, hukum, agama (Islam), dan anak2, tapi harganya itu selangit..diatas sejuta semua..haha. Akupun dijelaskan, bagaimana cara jualannya, dan jualannya gimana, pembagian keuntungannya gimana. Dan dia bilang, “adek disini jadi sales buku, jadi harus siap jualan door to door. Dan tak hanya itu, utk membeli modul jualan, akupun diminta utk membeli modul jualan sebesar 50rb. Saat itu aku hanya berpikir, untuk mengisi waktuku dan mencari pengalaman di kota besar, oke aku akan jalani..siapa tahu Allah melihat usahaku untuk survive di jakarta 🙂

Hmm..babak baru ku di ibu kota dimulai dengan jualan buku2 ini..eh, kliatannya kita lanjut ke halaman baru aja ya 🙂

Ibu ku, Sri Endah Prasetyowati

Happy Mothers day, wishing ur questions will get the answers soon..Allah bless our family and you Mom..kalimat singkat itu yg aku kirimkan ke Ibuku pagi ini, utk sedikit memperingati “ceremonial” hari Ibu 🙂

Aku biasa manggil Ibu, dengan Mama..Mamaku wanita yang sangat kuat, ber puluh puluh tahun membesarkan dua anaknya dengan “sendirian”. Maklum saja, Papaku adalah pejuang keluarga yang mencari nafkah nun jauh di sana sejak tahun 80-an. Dia kerja di luar negeri berkeliling dunia, karena dia kerja di cruise yg mengharuskan dia jauh dari keluarga. Bahkan ketika aku lahirpun Papaku nggak di rumah, baru ketika adikku lahir, kebetulan dia ada di rumah dan sampe saat ini pun masih begitu.

Didikan mamahku memang super ketat, mungkin keturunan dari kakekku..yaa, mungkin masih kaya orang jaman dulu kali ya. Tapi saya tersadar dengan seiring berjalannya usia, didikan yang sangat ketat itu memang diperlukan di jaman yang serba praktis, serba tak menentu ini. Saya ingat, ketika masih SMP dulu..jalan main bersama teman2, karena pulang telat..semua temen2ku pada di telponin di rumahnya menanyakan keberadaanku, apakah aku main bersama mereka..sedikit lucu, karena pasti pagi harinya waktu masuk sekolah..jadi bercandaan kawan2ku, “anak mama”..hehe, tp ga masalah lah.

Bahkan ada satu peristiwa yang sampe sekarang masih jadi becandaan teman2ku, jadi waktu itu kita lagi ada istirahat kelas..Mamahku dateng ke sekolah dan ngasih uang jajan langsung, padahal waktu itu aku lagi ngumpul ama teman2..sontak saja, aku diketawain temen2..hehe..

Mamaku adalah wanita yang sangat aktif, karena Papa kerja jauh diluar maka dia harus mengatur semua hal kehidupan rumah tangga seperti keuangan, mendidik anak, dan menjalankan bisnis kecil2an keluarga..hmm, kalo dipikir pasti pikirannya se-abreg. Oiya, dia juga seorang dosen yang sangat aktif, karena di universitas dia saat ini dipercaya sebagai Kepala Biro Sistem Informasi Universitas. Tentu saja, aku sangat bangga atas semua yang sudah dia lakukan baik terhadap diriku ataupun keluarga dan masyarakat. Dan nggak salah kan, kalo aku punya cita2 untuk punya istri yg aktif kaya Mama ku 🙂

Tapi ada yg sedikit membuatku risau akhir2 ini. Adekku, dia akan pindah ikut suaminya ke Tanjung Pinang dan kalo Papaku berangkat kerja lagi, maka praktis Mama akan sendirian di rumah..mm..life should go on. Itulah yg membuatku berpikir kalo Papa harus segera stay di rumah. Kita cuma ber 4, dan semuanya tinggal pisah pisah, walaupun sementara karena Papa kerja..Mama di Jogja, aku di Jakarta, adek di tanjung pinang, dan kalo Papa pas brkt kerja dia yg paling jauh.

Yaa, mungkin harus gitu ya jalannya..tapi aku yakin, komunikasi harus tetep terjaga..dan masing2 kita adalah pribadi yg mandiri yg harus siap dengan kondisi apapun..

Finally, Selamat Hari Ibu ya Mah..semoga doa dan pertanyaanmu atas semua hal segera terjawab..aminnn 🙂

life should go on 🙂

5 Tahun Perjalananku di Ibu Kota (1)

Hmm..Jakarta, sapa sih yang nggak kepengen dateng kota ini..kota yang bersinar, bersinar karena lampu2 dr gedung pencakar langitnya. Hal itulah yang sebenarnya terbayang dipikiranku semenjak semester 5 kuliah, aku lahir besar di jogja dan kayanya aku nggak pengen untuk selamanya berada di kota ini. Lalu aku terkadang membayangkan sebelum tidur, ditemani lagu lagu Kitaro bahwa satu saat nanti aku akan berada di tengah gemerlap lampu gedung gedung pencakar langit, berada di tengahnya sambil berkendara dan memainkan musik2 kesukaanku. Singkat kata, saat itu keinginanku hanya ingin naik mobil sambil nyetel lagu2 kesukaanku di tengah gemerlapnya lampu2 ibu kota..simple ya 🙂 Oiya, dan saat menulis blog inipun sambil mendengarkan lagu2 Kitaro lagi..hehe

Aku lulus dari kuliahku di th 2005, mm..sedikit mengenang masa2 kuliah, aku adalah mahasiswa yg sangat aktif di kampus..waktuku lebih banyak habis di kampus. Maklum, saat itu aku sering ikut berbagai kegiatan kampus. Aktif di kegiatan intra dan ekstra kampus, dan punya kelompok belajar sendiri. Dan posisi terakhirku di kampus saat itu adalah Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas, walaupun sebelumnya saat itu aku juga dicalonkan sebagai kandidat ketua BEM Fakultas, tp aku nggak bersedia 🙂

Setelah lulus dari kuliah, beruntung aku masih punya aktifitas yakni aku bantu bantu project dekanku yang kebetulan punya LSM. Sempat aktif di LSM itu selama kurang lebih 4 bulan, yaa..kalo LSM kecil gitu kalo pas lagi ada project ya ada kerjaan..kalo nggak ada ya lontang lantung..tp aku belajar banyak di sana. Setelah dari sana praktis tidak ada kegiatan, hari hariku aku isi dengan menulis surat lamaran pekerjaan atau sesekali menulis artikel ttg hukum internasional (yg memang mata kuliah favoritku krn aku msh punya cita2 utk mjd seorang Duta Besar..hehe) dan pernah lhoo, artikelku dimuat di harian lokal Yogya..bangga..hehe.

Dalam rangka melamar pekerjaan dan test test kerjaan, aku sempet lama tinggal di jakarta tinggal di rumah bude di kawasan Depok. Karena tidak ada perkembangan, akupun pulang lagi ke jogja dengan status Sarjana S1 yg tidak punya penghasilan (duhh, kalo ingat masa2 itu..hehe). Setelah di jogja, menjelang akhir tahun 2005 ada seorang kawan yg memiliki resto dan pengen bikin acara tahun baru akupun bantu bantu dia bikin event tahun baru di restorannya..yaa, lumayanlah bikin ada kegiatan dan pemasukan 🙂

Nah, masuk tahun 2006 ini masa2 yg membuat saya berpikir merasakan menjadi seseorang yg tdk punya status. Akupun menganggur cukup lama, dan efeknya pernah setiap sore badanku gatal gatal..dan akhirnya diketahui bahwa itu gejala stress. Maklum, dikala mahasiswa aku adalah org yg sangat aktif dan saat itu aku dihadapkan pada fakta bahwa aku tidak memiliki pekerjaan. Aku cukup lama, sama sekali ga ada aktifitas di jogja..dari awal tahun sampe Mei 2006. Maka setelah peristiwa gempa joga bulan Mei 2006, aku memutuskan utk benar benar stay di Jakarta. Dengan diantar papa, mama, dan adek, aku berangkat ke Jakarta..ceritanya waktu itu, skalian keluarga kami silaturahim ke keluarga2 di Jakarta krn banyak keluarga dari Papa dan Mama ada di sini.

Okey, agaknya..starting aku tinggal di Jakarta dan tempat kos ku yg pertama kali akan aku ceritakan di tulisan setelah ini ya..biar nulis dan bacanya enak 🙂

5 Tahun Perjalananku di Ibu Kota

Nggak terasa ya, tahun 2011 udah diujung..ini berarti tahun ke 5 ku di Jakarta sudah hampir terlewati semenjak aku menetap di Jakarta tahun 2006.  Kalo kata orang, tantangan terberat hidup berumah tangga itu ada di 5 tahun pertama. Coba menganalogikan perjalananku di Jakarta, jika aku bisa melewati 5th berarti InsyaAllah Allah masih memberiku waktu untuk lebih lama berkreasi, dan berproduksi di Jakarta..aminn 🙂

Sebenernya ide pengen nulis cerita perjalananku selama di Jakarta ini dateng tiba2, waktu tadi pagi “merenung” di kamar mandi sebelum ke kantor..kayanya asik juga aku nulis di blog ttg perjalananku selama ini di Jakarta yg udah 5th, sambil mengenang 5th yg lalu trus juga coba mendokumentasikan apa apa aja yg udah dilakukan dalam kerjaan tentunya..bukan yg cinta2an..hehe..Oiya, karena aku pengen buat ini agak urut dari tahun 2006, kliatannya nulisnya juga akan bertahap dan akan jadi sebelum tahun 2011 berakhir..InsyaAllah 🙂

Kerja Pake Dua Screen

image

Udah seminggu ini ngerasain kerja pake 2 screen, dan ternyata enak banget. Kerjaanku memang sangat bergantung pada performa laptop, karena berhubungan dengan tools yg ada di network sana. Hmm..ga kerasa juga, udah lebih dr 6 bulan aku kerja di tempat ini..fun, dpt ilmu baru, temen baru pastinya..tp koridornya masih di seputar industri kreatif, yang mana memang aku dibesarkan di industri ini..

Oiya, nanti pasti akan aku post tulisan yg membahas seputar industri kreatif 🙂